Kamis, 07 November 2013

BEBERAPA KIAT MENDIDIK ANAK-ANAK KITA

Setiap anak dilahirkan berdasarkan Fitrah,lalu kedua orangtuanyalah yang membuatnya memeluk agama Yahudi,Nasrani atau Majusi ,sebagaimana Hewan yang juga melahirkan hewan semuanya. Apakah kalian bisa merasakan diantara hewan itu ada yang buruk makanannya? (Hadits Nabi).

      Hadits diatas menjelaskan:  bahwa setiap manusia itu dilahirkan dalam keadaan Fitrah : tak bernoda dan tak beridentitas apa-apa. Peran Orang Tualah yang mengarahkan anak-anaknya,apakah memeluk agama Islam,Kristen atau yang lainnya.Dengan kata lain,Orang tua juga turut berperan untuk mengarahkan anak-anaknya menjadi seorang Ulama,Pengusaha,pendidik bahkan seorang penjahat.Meskipun pada titik ini,kita juga  tak bisa mengelakkan  Faktor Hidayah Tuhan atau faktor lingkungan yang membentuk karakter ditengah jalan.

    “Anak merupakan titipan Tuhan”. Bila titipan itu tidak bisa dijaga dengan baik,tentu akan hilang.Sebaliknya,bila titipan itu dijaga secara teliti dan seksama,tentu dia juga akan terpelihara dengan baik,seperti anak shaleh yang selalu  mendo’akan kedua orangtuanya.  
Selain Keteladanan Orang Tua,juga harus mengajarkan anak-anaknya pendidikan agama dengan baik :- Sejak kecil,anak harus diajarkan tentang Tuhan dan sifat-sifatnya : seperti Shalat 5 waktu,Puasa dll.

     Ringkasnya,Haya Al-Mubarak memberikan “Tips” bagaimana cara yang baik mendidik anak,seperti berikut ini :

1.      Tidak boleh membiasakan hidup mewah atau tidak boleh membuatnya menyenangi hiasan dan kesenangan,sehingga dikhawatirkan akan membuatnya terseret  kepada Kehancuran bila besar nanti.

2.      Orang Tua harus mengawasinya  sepanjang masa,tidak boleh mengambil pembantu atau orang yang menyusui kecuali wanita Shaleha,berpegang kepada Agama dan hanya memakan yang halal-halal saja.

3.      Pengawasan terhadap anak harus dilakukan dengan cara yang baik.Jika anak merasa malu dan tidak mau melakukan sebagian perbuatannya,maka hal itu tidak dilakukan kecuali karena kemuliaan akalnya.

4.      Jika ada sifat-sifat anak yang menjurus kepada keburukan tatkala makan ,maka dia harus segera diarahkan : Seperti : - makan harus membaca do’a : Bismillah, - anjuran makan dengan menggunakan tangan kanan, - mengambil makanan  yang dekat dengan tempatnya, - tidak terlalu cepat tatkala makan,
  tak boleh bersuara ketika mengunyah,dsb.


5.      Membiasakannya mengenakan pakaian tidak berwarna-warni dan sutera,mengarahkan anak yang terlanjur menyenangi kemewahan dan mengenakan pakaian untuk gagah-gagahan. “ Jauhilah hidup bersenang-senang,karena hamba-hamba Allah itu bukanlah orang yang hidup bersenang-senang” (HR. Ahmad)”.

6.      Jika anak memperlihatkan akhlak yang baik,maka dia perlu mendapat pujian atau hadiah yang menyenangkan hatinya atau dipuji dihadapan orang lain.Jika sekali waktu dia melakukan yang buruk,maka keburukannya tidak perlu diungkap secara langsung, apalagi jika dia sendiri berusaha untuk menutupi dan tidak menampakkannya.


7.       Mengajarkan anak agar tidak boleh membanggakan diri didepan teman-temannya.Tetapi dia harus dibiasakan “Tawadhu” (rendah diri) dan menghormati setiap orang yang bergaul dengannya serta berkata lemah-lembut,tidak kasar.

8.      Menyuruh anak  untuk  tidak mengambil apapun  yang ada didepannya. Tetapi dia justru harus diajari memberi orang lain dan bukan mengambil dari orang lain.

9.      Anak harus dibiasakan tidak meludah didekat tempat duduknya dan membuang ingus,tidak boleh melompat-lompat selagi ada tamu,tidak boleh mengganggu,tidak boleh meletakkan kaki diatas kaki yang lain, tidak boleh meletakkan telapak tangan dibawah dagu atau menyandarkan kepala ke lengan tangan,karena perbuatan ini menunjukkan kemalasan.

10.  Saat kembali dari sekolah anak diberi kesempatan untuk bermain yang baik-baik,agar memberinya kesenangan dan istirahat setelah lelah disekolah. Sebab jika anak dilarang bermain dan terus-menerus  dipaksa untuk belajar,maka bisa mematikan hatinya, membekukan kecerdikannya dan menjemukan hidupnya,sehingga dia akan mencari-cari alasan untuk keluar dari keadaannya ini.

11.  Anak harus diajari taat kepada orang tua,guru,pendidik dan siapapun yang lebih tua usianya dari kalangan kerabat atau tetangga,serta harus menghormati mereka.

12.  Ketika anak sudah usia baligh, maka dia tidak bolah diberi kesempatan sedikitpun untuk meninggalkan bersuci atau shalat dan sebagainya.
13.  Jangan membiarkan anak-anakmu saling memasang jarak satu sama lainnya.
14.  Jangan terlalu keras terhadap anak-anakmu. “Jika orang yang mendidik anak suka bersikap keras dan memaksa,maka sikap keras dan paksaan ini akan menekan jiwanya,sehingga menghilangkan semangatnya, mendorongnya bersikap malas, suka berdusta dan berkilah,karena dia takut tamparan tangan yang dijatuhkan kepadanya.” (Ibnu Khaldun)”

     Menurut Abdullah Nashih Ulwan, “Keteladanan merupakan sarana yang paling efektif dan berpengaruh dalam mempersiapkan anak,baik dalam segi akhlak,pembentukan jiwa dan sosialnya.Sebab pendidikan adalah teladan paling ideal  dimata anak .Teladan yang baik dimata  anak akan ditiru anak,baik dalam segi tingkah laku maupun akhlak,disadari maupun tidak disadari.”

      Demikian beberapa kiat bagaimana mendidik anak  agar menjadi orang yang taat pada Allah,berbakti pada Orang Tua,dan berguna bagi Nusa dan Bangsa. Namun perlu disadari bahwa dari semua point-point tersebut,keteladanan dan contoh nyata dari sikap sehari-hari Orang Tua merupakan Faktor yang paling menentukan dalam membentuk akhlak dan perilaku anak-anak kita. Semoga kita bisa member mereka teladan yang baik. AMIN.
Penulis :(Eep.Khunaepi)





Tidak ada komentar:

Posting Komentar