1.
PERGAULAN
REMAJA MASA KINI
Pergaulan remaja saat
ini perlu mendapat sorotan yang utama, karena pada masa sekarang pergaulan
remaja sangat mengkhawatirkan dikarenakan perkembangan arus modernisasi yang
mendunia serta menipisnya moral serta keimanan seseorang khususnya remajanya
pada saat ini. Ini sangat mengkhawatirkan Bangsa karena ditangan generasi
mudalah Bangsa ini akan dibawa, baik buruknya Bangsa ini sangat tergantung
dengan generasi muda
Generasi muda saat ini
kurang memiliki rasa Cinta Tanah Air, ini dapat dilihat dari lebih gemarnya
anak muda anak muda untuk pergi kebioskop dari pada ke museum-museum sejarah
perjuangan bangsa, mengapa hal ini bisa terjadi? ada beberapa kemungkinan yang
dapat kita ambil dari hal tersebut yakni yang pertama kurangnya pemupukan rasa
cinta tanah air semenjak kecil , sinetron-sinetron yang ditayangkan ditelevisi
merupakan tayangan yang kurang produktif bagi perkembangan anak selain itu
hal-hal yang terkait dengan Bangsa ini tidak mendapat sorotan yang tajam mengenai
budaya, masalah sosial yang dapat menimbulkan Rasa cinta tanah air. Hal lain
yang dapat menjadi penyebab yakni pendidikan yang kurang sehingga dapat
menyebabkan seseorang tidak tau akan Bangsanya sendiri. Pergaulan remaja saat
ini sangat mengkhawatirkan ini dapat dilihat dari beberapa hal yakni tingginya
angka pemekai NARKOBA dikalangan remaja yakni pemakai narkoba dikalangan
remaja,
dan adanya seks bebas dikalangan remaja, angka remaja yang melakukan seks bebas hingga saat ini mencapai 50 persen ramaja melakukan hubungan seks diluar nikah . Ini sangat mengkawatirkan bagi Bangsa Indonesia krisis moral yang terjadi dikalangan remaja yang menyebabkan seks bebas dapat terjadi .
dan adanya seks bebas dikalangan remaja, angka remaja yang melakukan seks bebas hingga saat ini mencapai 50 persen ramaja melakukan hubungan seks diluar nikah . Ini sangat mengkawatirkan bagi Bangsa Indonesia krisis moral yang terjadi dikalangan remaja yang menyebabkan seks bebas dapat terjadi .
Hal ini perlu diatasi
agar tidak menyebabkan kemandulan dalam Bangsa karena perlu diingat lagi bahwa
Masa depan Bangsa sangat tergantung pada Generasi muda, upaya pencegahan yang
perlu dilakukan oleh kita semua yakni misalnya saja dengan Pendidikan formal
yang didalamnya ada suatu pendidikan moral selain pendidikan keagamaan yakni
adanya pendidikan tentang bahaya NARKOBA, hubungan Seks diluar nikah serta
pentingnya pendidikan budi pekerti yang harus dijalankan. Sebab baik buruk
kelakuan seseorang bermula dari baik buruknya iman yang tertanam serta budi
pekerti tiap individu. Hal ini merupakan tanggung jawab seluruh elemen agar
hal-hal seperti ini tidak terjadi dan dapat diatasi.Hal-hal yang dapat
dilakukan diantaranya yakni peran orang tua didalam keluarga dalam mengawasi
tingkah laku anak namun tidak berhak bertindak otoriter terhadap anak, dan
dapat menjalankan fungsi sebagai orang tua dengan baik, diantaranya memberikan
kasih sayang, pendidikan budi pekerti, serta mengajarkan cinta kasih terhadap
sesame. Sehingga terjadi keselarasan antara anak dengan dirinya serta
lingkungan keluarganya.
2.
PERGAULAN
REMAJA MASA KINI
Sebagai makhluk sosial,
manusia tak bisa lepas dari yang namanya orang lain. Begitu pula dengan remaja.
Ia memerlukan interaksi dengan orang lain untuk mencapai kedewasaannya. Yang
perlu dicermati adalah bagaimana seorang remaja itu bergaul, dengan siapa, dan
apa saja dampak pergaulannya itu bagi dirinya, orang lain, dan lingkungannya.
Untuk itu kita lihat terlebih dahulu pengertian
pergaulan. Pergaulan berasal dari kata gaul. Pergaulan itu sendiri maksudnya
kehidupan sehari-hari dalam persahabatan ataupun masyarakat. Namun tidak
demikian dikalangan kebanyakan remaja saat ini. Gaul menurut dimensi
remaja-remaja yang katanya modern itu adalah ikut dalam trend, mode, dan hal
lain yang behubungan dengan keglamoran hidup. Harus masuk kedalam geng-geng,
sering nongol dan konkow-konkow diberbagai tempat seperti mall, tempat wisata,
game center dan lain-lain. Yang mana pada akhirnya, gaul dimensi remaja akan
menimbulkan budaya konsumtif.
Yang patut disayangkan pula dari “gaul” kebanyakan
remaja saat ini adalah standar nilainya diambil dari tradisi budaya ataupun
cara hidup masyarakat nonmuslim. Cotoh, baju yang dipakai itu modelnya harus
sesuai dengan mode-mode yang berkembang di dunia internasional saat ini. Dan
bisa kita lihat pakaian-pakaian tersebut jarang sekali ada yang cocok dengan
kriteria pakaian yang pantas secara islam.
Solidaritas dan kesetiakawanan sering dijadikan
landasan untuk terjun kedunia hura-hura. Dengan “setia kawan” itu pula
kebanyakan remaja mulai merokok, minum minuman keras, mengonsumsi narkoba, dan
bahkan sex bebas. Kalau tidak ikut kegiatan-kegiatan geng ataupun teman
nongkrong bisa dianggap tidak “setia kawan”. Paradigma seperti itulah yang
menggerayangi pikiran sebagian remaja masa kini. Sebenarnya dengan tindakan itu
mereka telah merusak kemurnian makna dari solidaritas dan kesetiakawanan itu
sndiri.
Jika ditinjau lebih
dalam “gaul” tidak akan menimbulkan banyak dampak negatif jika standar nilai
yang dipakai untuk mendefinisikan gaul itu, standar nilai yang sesuai dengan
syariat islam dan juga budaya timur yang penuh dengan tata karma dan kesopanan.
Hanya saja, merubah sesuatu yang sudah mendarah daging disebagian remaja saat
ini tidaklah mudah. Semua itu memerlukan sinergi dari semua pihak, baik orang tua,
keluarga, pemuka masyarakat, pemerintah, dan yang tak kalah pentingnya adalah
peran kita sendiri sebagai remaja yang akan menjalani kehidupan dalam bingkai
kata “gaul” itu sendiri
3.
Gaya Hidup Bebas Remaja – Seks,
Rokok, Konsumerisme
Setelah kita
memasuki era kehidupan dengan sistem komunikasi global, dengan kemudahan
mengakses informasi baik melalui media
cetak, TV, internet, komik, media ponsel, dan DVDbajakan yang berkeliaran
di masyarakat, tentunya memberikan manfaat yang besar bagi kehidupan kita. Setiap
fenomena yang ada dan terjadi di dunia, tentunya akan memberikan nilai positif
sekaligus negatif. Sangat tergantung pada pola pikir dan landasan hidup pribadi
masing-masing.
Setiap individu dari kita akan merasa senang dengan kehadiran produk atau layanan yang lebih canggih dan praktis. Tidak terkecuali teknologi internet yang telah merobohkan batas dunia dan media televisi yang menyajikan hiburan, informasi serta berita aktual. Begitu juga, handphone yang telah membantu komunikasi sesama manusia untuk kapan saja meskipun satu dengan yang lainnya berada di dunia Utara-Selatan atau belahan Timur – Laut.
Setiap individu dari kita akan merasa senang dengan kehadiran produk atau layanan yang lebih canggih dan praktis. Tidak terkecuali teknologi internet yang telah merobohkan batas dunia dan media televisi yang menyajikan hiburan, informasi serta berita aktual. Begitu juga, handphone yang telah membantu komunikasi sesama manusia untuk kapan saja meskipun satu dengan yang lainnya berada di dunia Utara-Selatan atau belahan Timur – Laut.
Teknologi + Kebebasan – Edukasi = Kehancuran
Inilah titik permasalahannya bagi anak dan remaja. Penyaring internal (pemahamam, etika dan sikap) anak
dan remaja kita masih sangat rapuh. Di era kompleksitas arus kehidupan saat
ini,orang tua (terutama
di perkotaan) telah kehilangan daya mendidik dan membangun keluarga bagi
anak-anaknya. Hal ini diperparah dengan maraknya “racun-racun” yang diterima
oleh anak-anak kita saat ini. Adegan-adegan kekerasan, seksual, mistik, dan
hedonisme di media
TV, koran dan internet, serta sistem pendidikan sekolah yang gagal membangun
karakter anak, telah menyerang anak-anak kita saat ini.
Di sisi lain, rendahnya regulasi dan law inforcement dari pemerintah dan aparaturnya, telah menyebabkan oknum-oknum perusak generasi muda kita “berkembang biak: secara pesat. KKN antara pihak penguasa dengan pengusaha dalam regulasi, publikasi dan distribusi media menyebabkan jutaan pemimpin masa depan Indonesia di ujung kepunahan. Sederet keprihatinan anak dan remaja saat ini seperti kenakalan remaja, pola hidup konsumtif-hedonistik, pergaulan bebas, rokok, narkoba, dan kecanduan game on line hampir menuju budaya “gaya hidup” remaja masa kini.
Teknologi tanpa filtrasi (perlu regulasi agar kebebasan tidak jebol) dan rapuhnya edukasi/karakter manusia mengakibatkan kehancuran bangsa.
Di sisi lain, rendahnya regulasi dan law inforcement dari pemerintah dan aparaturnya, telah menyebabkan oknum-oknum perusak generasi muda kita “berkembang biak: secara pesat. KKN antara pihak penguasa dengan pengusaha dalam regulasi, publikasi dan distribusi media menyebabkan jutaan pemimpin masa depan Indonesia di ujung kepunahan. Sederet keprihatinan anak dan remaja saat ini seperti kenakalan remaja, pola hidup konsumtif-hedonistik, pergaulan bebas, rokok, narkoba, dan kecanduan game on line hampir menuju budaya “gaya hidup” remaja masa kini.
Teknologi tanpa filtrasi (perlu regulasi agar kebebasan tidak jebol) dan rapuhnya edukasi/karakter manusia mengakibatkan kehancuran bangsa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar